Perbedaan Produk Yang Menggunakan Material Kulit Asli dan Kulit Sintetis

Leather/Kulit identic merupakan bahan yang terbuat dari kulit binatang seperti sapi, kambing, domba, kerbau dan lain-lain, ada juga yang diambil dari binatang-binatang buas seperti Buaya, Ular bahkan hewan langka, produk fashion yang menggunakan kulit tersebut biasanya berkualitas sangat tinggi eksklusif, premium dan tentunya tahan lama.

Namun saat ini banyak sekali produk kulit menggunakan material kulit palsu / sintetis namun dibandrol dengan harga yang sama, sehinga membuat banyak orang menjadi resah dan tidak mampu membedakan antara kulit asli dan kulit sintetis.

Bila dilihat secara kasat mata memang agak sulit untuk membedakannya, namun biasanya produk kulit sintetis hanya bertahan 1/3 umur namun produk kulit asli dapat

bertahan hingga puluhan tahun dan tidak akan pernah terkelupas. Untuk mengetahui perbedaan lebih antara produk yang menggunakan material kulit asli dan kulit sintetis ada beberapa hal yang perlu anda cek ketika anda berbelanja produk kulit.

  1. Cek Label Produk: Lihat apabila memang ditulis syntetic leather (kulit sintetis) atau Genuine Leather (kulit asli). Kadang produk kulit asli juga dituliskan dalam bentuk Real Leather, Top/Full Grain Leather, Made with Animal Products. Jika tertulis Manmade Material itu juga berarti kulit sintetis.
  2. Mengecek pada “Ketidak-sempurnaan” Pada Permukaan Kulit: Anda akan menemukan perbedaan warna, goresan, kerutan atau keriput pada kulit asli. Ketidak sempurnaan bukanlah hal yang buruk, justru hal ini lah yang membuat produk kulit berbeda antara satu dengan yang lain. Tekan atau tarik material kulit asli dan jika anda dapat melihat perubahan pada tekstur kulit tersebut. Cek juga pada bagian pinggir kulit, apabila terlihat tidak rapih atau masih terdapat serat-serat kulit menandakan itu adalah kulit asli.
  3. Cium Aroma Kulit: Sama seperti kulit manusia, produk kulit asli juga memiliki bau yang khas. Sedangkan produk kulit sintetis akan beraroma seperti plastik.
  4. Tes Menggunakan Api (Bersifat Merusak!): Salah satu tes yang dapat dengan mudah dilakukan adalah dengan membakar material kulit tersebut menggunakan api. Produk kulit asli hanya akan terbakar sedikit saja dan menimbulkan aroma seperti rambut terbakar, sedangkan produk kulit sintetis akan terbakar seluruhnya karena menggunakan material plastik.
  5. Tes Menggunakan Air (Bersifat Merusak!): Selain api anda juga dapat melakukan tes menggunakan air. Material kulit asli akan menyerap air, seperti kulit pada manusia. Sedangkan kulit sintetis tidak akan menyerap air sama sekali. Jadi anda dapat menaruh beberapa tetes air pada permukaan kulit dan lihat apabila akan terserap atau tidak. Kulit yang menyerap air akan meninggalkan tanda air pada permukaan, meskipun akan menghilang setelah beberapa saat namun anda tetap harus berhati-hati.
  6. Harga Tidak Akan Bohong: Produk dengan material kulit asli tidak akan pernah berharga murah. Hal ini sesuai dengan apa yang anda dapatkan dari sebuah produk kulit asli yakni eksklusifitas dan daya tahan yang sangat tinggi. Sebagai kontras, produk kulit sintetis dapat dijual dengan sangat murah, namun kualitas dan daya tahannya tidak akan bertahan lama.

.

Share:

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TOP

X